Menentang ABM

Rencana Amerika Serikat membangun Sistem Perisai Pertahanan Rudal atau yang dikenal dengan ABM (Anti Ballistic Missile) telah menyebabkan Rusia dan Cina berang. Terlebih-lebih setelah mengetahui rencana Amerika yang akan menempatkan Rudal Pencegat dan Radarnya (yang merupakan bagian dari Program ABM) di negara bekas sekutu Rusia dalam Pakta Warsawa yaitu Polandia, Hongaria dan Ceko, Rusia sangat tidak setuju/mengizinkan negara bekas sekutunya dijadikan basis rudal dan radar Amerika. Untuk meredam ketegangan dan menenangkan Presiden Rusia Vladimir Putin (waktu itu), maka Presiden George Bush pada suatu malam menelepon Presiden Putin.
Bush : Mr. Putin, saya mohon Anda memahami bahwa rencana kami untuk menempatkan rudal pencegat dan radar itu adalah semata-mata untuk menangkal negara-negara nakal seperti Iran, Korea Utara dan juga Syria yang terus-menerus mengembangkan rudal nuklir jarak jauh dan menjadi sponsor terorisme internasional.
Putin : Maaf Mr. Bush, kami tidak percaya. Rudal-rudal itu jelas mengancam keamanan negeri kami dan radar-radar itu bisa memonitor fasilitas militer rahasia kami.....
Bush : Percayalah Mr. Putin, kami tidak akan mengganggu kedaulatan atau memata-matai negeri Anda dengan persenjataan tersebut....
Putin : Okey kami izinkan tapi dengan syarat, Anda juga harus mengizinkan kami menempatkan rudal-rudal nuklir kami di negara Kuba, Nikaragua atau Venezuela.....
Bush : Oo... itu tidak mungkin Mr. Putin, Amerika Tengah dan Amerika Latin harus menjadi kawasan bebas senjata nuklir (Free Nuclear Weapon Zone).....
Putin : Anda ini mau menang sendiri aja, saya mohon jangan seenak puser Anda sendiri yang bodong itu. Good Night!!! (kletak... Mr. Putin menutup telponnya).
Bush : Haa...aah....??

Pengirim : Parnadi
Login